A Garis gaya magnet tidak pernah saling berpotongan. B. Garis - garis gaya magnet selalu keluar dari kutub utara magnet dan masuk ke kutub selatan magnet. C. Tempat yang memiliki garis gaya rapat dapat menunjukkan medan magnet yang kuat dan tempat yang memiliki garis gaya magnet renggang menunjukkan medan magnet yang lemah. 3.
Adapun hasil pengubahan tegangan diperoleh pada terminal output. Prinsip kerja transformator menerapkan peristiwa induksi elektromagnetik. Jika pada kumparan primer dialiri arus AC, inti besi yang dililiti kumparan akan menjadi magnet (elektromagnet). Karena arus AC, pada elektromagnet selalu terjadi perubahan garis gaya magnet.
PengertianTransformator (Trafo) dan Prinsip kerjanya – Hampir setiap rumah di Kota maupun Desa dialiri listrik yang berarus 220V di Indonesia. Dengan adanya arus 220V ini, kita dapat
Hipotesistransformator yang ideal akan bekerja dengan eksitasi arus searah, dengan fluks inti meningkat secara linear dengan waktu Dalam prakteknya, fluks meningkat ke
Disebabkankarena inti transformator tidak dapat mengubah arah fluks magnetnya dengan seketika. Kerugian ini dapat dikurangi dengan menggunakan material inti reluktansi rendah. 5. Kerugian efek kulit. Sebagaimana konduktor lain yang dialiri arusbolak-balik, arus cenderung untuk mengalir pada permukaan
PembangkitanTenaga Listrik 483 Untuk bekerja 70E ini dengan putar searah jarum jam atau berlawanan. Alat ini bilamana diputar searah jarum jam untuk menambah sumber tegangan excitacy dan sebaliknya diputar berlawanan bilamana untuk mengurangi tegangan excitacy. Ini terdapat suatu indikator tegangan excitacy.
ItulahPenjelasan dari pertanyaan Dua buah kawat lurus yang sangat panjang diletakkan sejajar satu sama lain pada jarak r. JIka kedua kawat itu masing masing dialiri arus searah i yang arahnya sama, maka kedua kawat itu Kemudian, kami sangat menyarankan anda untuk membaca juga soal 13. muslihat > lengkap dengan kunci jawaban dan penjelasannya.
Jikakita mengalirkan arus listrik searah ke kumparan primer, maka di sekitar kumparan primer akan timbul medan magnet. Karena arus listrik yang diberikan adalah searah,
Transformatordapat juga dibedakan menjadi 3 bagian, yaitu: Transformator tegangan, Transformator arus, Transformator daya. Adapun rumus yang yang di pakai dalam perbaikan ( repair ) motor listrik 3 fasa, yaitu : G = 3 . 2P . g G = 6 P. g Tp = G/2P ±1 α = 2/3 × G/2P ± 1 P = (F × t)/N Keterangan : G = Jumlah atau banyaknya alur pada stator.
Suplay1 fasa adalah listrik pada rumah-rumah komersial bertegangan 220 V. Pada motor listrik 1 fasa motor dibagi menjadi 3 jenis motor. Yaitu : Motor induksi kapasitor, Motor Shaded Pole dan Motor Universal. ini bisa ditunjukan oleh mesin pencari terbesar google yang mengaitkan ketiga jenis motor tersebut. perhatikan gambar.
r1V6n. 3. transformator tidak dapat bekerja jika dialiri arus searah karena? 4. Efisiensi trafo tdk mungkin mencapai 100 % karena? 5. Pada saat mencapai konsumen, transmisi daya listrik dilengkapi dgn? pilihan a. transformator step up, b. trafo step down, c. trafo step by step, d. output trafo ? 6. Transmisi listrik jarak jauh lbh menguntungkan dilakukan dgn tegangan tinggi karena? 1 Trafo tdk dpt bekerja jika dialiri arus searah karena induksi medan magnet yg ditimbulkan oleh arus searah bersifat tetap sehingga tdk dpt menghasilkan arus listrik pd sisi sekunder Efisiensi trafo tdk mungkin mencapai 100% karena energi yg masuk sebagian akan berubah menjadi kalor ini akibat rugi rugi pd trafo sprt rugi besi .3 Tranmisi daya listtik untuk setelah mencapai konsumen diperlukan transformator step Keuntungan Transmisi listrik jarak jauh menggunakan tinggi Arusnya kecil Kawat penghantarnya jd jecil Mengguragi rugi daya
Hukum Faraday – Hukum Faraday menjadi salah satu hukum fisika yang memiliki sumbangan besar terhadap kemajuan listrik. Hukum ini menjadikan listrik sebagai hal sangat penting bagi kehidupan manusia mod. Michael Faraday saat itu berhasill menciptakan generator listrik pertama yang digunakan memenuhi kebutuhan manusia hingga penemuan induksi elektromagnetik. Dijelaskan adanya penemuan mengenai aspek kuantitatif yang terdapat pada elektrolisis dan hasilnya berupa dua hukum elektrolisis Faraday. Beberapa jenis aspek kuantitatif yang disebutkan seperti massa zat hasil, volume gas, jumlah mol elektron kuat arus dan waktu elektrolisis yang dibutuhkan dalam proses. Biografi Penemu Hukum Faraday i. Masa Kecil Michael Faraday two. Pencapaian Ilmiah Michael Faraday a. Kimia b. Kelistrikan dan Magnet c. Diagmatisme Prinsip Kerja Hukum Faraday 1. Hukum Faraday I ii. Hukum Faraday II Penemuan Induksi Elektromagnetik Contoh Soal Hukum Faraday i. Soal 1 two. Soal 2 3. Soal 3 4. Soal 4 5. Soal v 6. Soal 6 Rekomendasi Buku & Artikel Terkait Buku Terkait Materi Terkait Fisika Biografi Penemu Hukum Faraday Potret Michael Faraday. Hukum Faraday dirumuskan oleh ahli kimia dan fisika asal Inggris, Michael Faraday. Pada 1833, Faraday menjelaskan penemuan tentang aspek kuantitatif dari elektrolisis yang akhirnya menghasilkan dua hukum elektrolisis Faraday. Dikutip dari Modul Kimia XII yang disusun oleh Arni Wiyati 2020 dalam hal ini elektrolisis adalah sebuah sel elektrokimia dimana energi listrik digunakan untuk menjalankan reaksi redoks tidak spontan. Aspek kuantitatif yang dimaksud dalam sel elektrolisis berupa massa zat hasil, volume gas hasil, jumlah mol elektron kuat arus, dan waktu elektrolisis. Kedua hukum yang diperoleh dibagi menjadi hukum Faraday i dan 2. Michael Faraday 22 September 1791–25 Agustus 1867 sendiri adalah seorang ilmuwan Inggris yang mendapat julukan “bapak listrik”, karena berkat usahanya listrik menjadi teknologi yang banyak gunanya. Dia mempelajari berbagai bidang ilmu pengetahuan, termasuk elektromagnetisme dan elektrokimia. Dia juga menemukan alat yang nantinya menjadi pembakar Bunsen, yang digunakan hampir di seluruh laboratorium sains sebagai sumber panas yang praktis. Efek magnetisme menuntunnya menemukan ide-ide yang menjadi dasar teori medan magnet. Dia banyak memberi ceramah untuk memopulerkan ilmu pengetahuan kepada masyarakat umum. Pendekatan rasionalnya dalam mengembangkan teori dan menganalisis hasilnya sangat mengagumkan. ane. Masa Kecil Michael Faraday Michael Faraday dilahirkan di Newington Butts, London, Britania Raya. Keluarganya pindah ke London pada musim dingin tahun 1790. Dan pada musim semi tahun itu Faraday dilahirkan. Faraday adalah anak ketiga dari empat bersaudara yang hanya sedikit mengenyam pendidikan formal. Pada usia fourteen tahun, dia magang sebagai penjual dan penjilid buku. Selama tujuh tahun bekerja sebagai penjual dan penjilid buku memberikan dia banyak kesempatan untuk membaca banyak buku dan pada masa inilahd ia mengembangkan rasa keingintahuannya terhadap sains. Pada usia 20 tahun, dia berhenti magang dan menghadiri kuliah yang disampaikan oleh Humphry Davy. Dari situlah dia kemudian berhubungan dengan Davy dan akhirnya menjadi asisten Davy saat ilmuwan itu mengalami gangguan pada penglihatannya akibat dari nitrogen trichloride. Dan dari sinilah dia memulai kisah hidupnya yang luar biasa. 2. Pencapaian Ilmiah Michael Faraday a. Kimia Faraday memulai kerjanya pada bidang Kimia adalah saat sebagai asisten Humphry Davy. Dia berhasil menemukan zat Klorin dan Karbon. Dia juga berhasil mencairkan beberapa gas, menyelidiki campuran baja, dan membuat beberapa jenis kaca baru yang dimaksudkan untuk tujuan optika. Faraday adalah orang yang pertama menemukan Bunsen Burner. Yang kini telah digunakan secara luas di seluruh dunia. Faraday secara ektensif bekerja pada bidang kimia. Menemukan zat kimia lainnya, yaitu Benzena dan mencairkan gas klorin. Pencairan gas klorin bertujuan untuk menetapkan bahwa gas adalah uap dari cairan yang memiliki titik didih rendah dan memberikan konsep dasar yang lebih pasti tentang pengumpulan molekul. Dia juga telah menentukan komposisi dari klorin klatrat hidrat. Faraday adalah penemu Hukum Elektrolisis dan mempopulerkan istilah anode, katode, elektrode, serta ion. Dia juga adalah orang pertama yang mempelajari tentang logam nanopartikel. b. Kelistrikan dan Magnet Faraday menjadi terkenal berkat karyanya mengenai kelistrikan dan magnet. Eksperimen pertamanya ialah membuat konstruksi tumpukan volta dengan 7 uang setengah sen, ditumpuk bersama dengan 7 lembaran seng serta half-dozen lembar kertas basahan air garam. Dengan konstruksi ini dia berhasil menguraikan magnesium sulfat. Pada 1821, Hans Christian Ørsted mempublikasikan fenomena elektromagnetisme. Dari sinilah Faraday kemudian memulai penelitian yang bertujuan untuk membuat alat yang dapat menghasilkan “rotasi elektromagnetik”. Salah satu alat yang berhasil dia ciptakan adalah homopolar motor. Pada alat ini terjadi gerakan melingkar terus-menerus yang ditimbulkan oleh gaya lingakaran magnet mengelilingi kabel yang diperpanjang hingga ke dalam genangan merkuri di mana sebelumnya sudah diletakan sebuah magnet pada genangan tersebut, maka kabel akan berputar mengelilingi magnet apabila dialiri arus listrik dari baterai. Penemuan inilah yang menjadi dasar dari teknologi elektromagnetik saat ini. Faraday membuat terobosan baru ketika dia melilitkan dua kumparan kabel yang terpisah dan menemukan bahwa kumparan pertama akan dilalui oleh arus, sedangkan kumparan kedua dimasukan dimasukan arus. Inilah yang saat ini dikenal sebagai induksi timbal-balik. Hasil percobaan ini menghasilkan bahwa “perubahan pada medan magnet dapat menghasilkan medan listrik” yang kemudian dibuat model matematikanya oleh James Clerk Maxwell dan dikenal sebagai Hukum Faraday. c. Diagmatisme Pada 1845, Faraday menemukan bahwa banyak materi menunjukan penolakan yang lemah dari sebuah medan listrik. Peristiwa inilah yang diberi nama diagmatisme. Faraday juga menemukan bahwa bidang polarisasi dari cahaya terpolarisasi linier dapat diputar dengan penerapan dari sebuah bidang magnet eksternal searah dengan arah gerak cahaya. Inilah yang disebut dengan Efek Faraday. Kemudian pada 1862, Faraday menggunakan sebuah spektroskop untuk mencari perbedaan perubahan cahaya, perubahan dari garis-garis spektrum dengan menerapkan medan magnetik. Namun, peralatan yang dia gunakan pada saat itu belum memadai, sehingga tak cukup untuk menentukan perubahan spektrum yang terjadi. Penelitian ini kemudian dilanjutkan oleh Peter Zeeman kemudian dia mempublikasikan hasilnya pada 1897 dan menerima nobel fisika pada 1902 berkat referensi dari Faraday. Prinsip Kerja Hukum Faraday Sebelum mengetahui lebih lanjut mengenai Hukum Faraday dan apa saja pengaplikasian di dalamnya. Perlu memahami lebih dulu mengenai prinsip kerja hukum ini, dimulai dari pengertiannya. Hukum Faraday adalah aturan yang isinya berupa penjelasan tentang hubungan antara massa zat terdapat pada elektrode bermuatan listrik yang dihasilkan suplai elektrolisis. Michael Faraday melihat setiap atom yang diperoleh dibawa oleh satu mol elektron, hal ini diamatinya selama proses elektrolisis. Hasilnya ditemukan konstanta yang bermanfaat untuk menghitung besaran muatan yang terdapat di dalam satu mol elektron. Mempermudah dalam menghitung stoikiometri menjadi salah satu manfaat yang didapat. Terdapat konstanta Faraday yang dipakai untuk menghitung besarnya muatan yang terdapat di dalam satu mol elektron. Konstanta Faraday memudahkan proses perhitungan stoikiometri elektrolisis dan dampaknya membuat konstanta Faraday memungkinkan dalam melakukan perhitungan stoikiometri tanpa harus memperhitungkan muatan elektron di setiap saat. Konstanta Faraday disimbolkan dengan F dan memiliki nilai seperti berikut, F adalah L/Mol x muatan elektron atau elektron, F adalah half-dozen,02214 x ten^23 elektron/mol ten 1,6022 x ten^-19 C/elektron dan F adalah C. Setelah itu pemahaman selanjutnya terkait Faraday adalah pembagian hukum ini yang dibedakan menjadi dua jenis. Pada dasarnya hukum Faraday dipakai dalam melakukan hipotesis atau prediksi terkait bagaimana suatu medan magnet mampu berinteraksi dengan rangkaian listrik. Berguna memunculkan gaya gerak listrik atau disebut dengan induksi elektromagnetik. Hukum Faraday dibagi menjadi dua jenis, yakni Hukum Faraday I dan Faraday Two. 1. Hukum Faraday I Hukum Faraday I menyatakan jika suatu massa zat yang dilarutkan atau diendapkan akan berbanding lurus dengan muatan yang dilewati dalam sel dan massa ekivalen dari zat tersebut. Hukum Faraday I berbunyi sebagai berikut, massa zat yang didapat pada elektroda ketika proses elektrolisis sebanding dengan jumlah muatan listrik yang mengalir. Dari bunyi hukum di atas dapat dilihat bahwa massa produk yang disimbolkan dengan Due west, diendapkan atau dilarutkan pada elektroda akan semakin banyak. Bertambah banyaknya jumlah massa itu beriringan dengan peningkatan pada muatan listrik yang disimbolkan dengan Q yang digunakan, sehingga dapat disimpulkan bahwa Due west = Q, rumus hukum Faraday I adalah W = e . i . t/F. Westward adalah massa zat yang dihasilkan dengan ketentuan gram. eastward adalah ekuivalen. i adalah kuat arus dengan ketentuan ampere. t adalah waktu dengan ketentuan sekon. F adalah tetapan Faraday yakni Coulomb/mol. 2. Hukum Faraday II Hukum Faraday II memiliki poin yang sangat menarik, di mana hukum ini berlaku pada dua sel elektrolisis dengan kepemilikan zat berbeda. Adanya jumlah zet produk elektrolisis yang berbeda sehingga memunculkan berbanding lurus dengan massa ekuivalen dari zat-zat yang ada tersebut, dalam memahami hal ini sesuai dengan bunyi hukum Faraday II. Bunyi hukum Faraday Ii adalah massa zat yang dihasilkan dalam suatu elektroda yang muncul selama elektrolisis Westward berbanding lurus dengan massa ekuivalen eastward dari zat tersebut. Jika sebagian sel elektrolisis disusun berdasarkan seri atau arus listrik dalam jumlah yang sama termasuk jumlah muatan listrik yang sama juga. Sehingga akan memunculkan perbandingan massa zat-zat yang diperoleh menjadi sama dengan perbandingan massa ekuivalen masing-masing zat. Rumus hukum Faraday II adalah W1 / W2 = e1 / e3, W1 adalah massa zat ane gram, W2 adalah massa zat 2 gram, ei adalah ekuivalen zat i dan e2 adalah ekuivalen zat two. Penjelasan ini menegaskan jika memang adanya penerapan hukum ini dipakai untuk memperhitungkan aspek kuantitatif zat-zat yang terlibat dalam reaksi di dalam sel elektrolisis. Selain itu faraday juga merupakan suatu hukum mengenai induksi elektromagnetik setelah dilakukannya percobaan mengenai bagaimana medan magnet melakukan induksi terhadap suatu arus listrik. Penemuan Induksi Elektromagnetik Michael Faraday menjadi kepala laboratorium di Royal Institute menggantikan posisi Sir Humphry Davy yang saat itu mengalami sakit parah. Enam tahun setelahnya Faraday menemukan induksi elektromagnetik dengan menggunakan cincin induksi sebagai trafo elektronika pertama yang ada di dunia pada saat itu. Dalam percobaan kedua yang dilakukan pada September 1831, Faraday menemukan induksi magnet-listrik berupa produksi arus listrik yang stabil. Penemuan itu kemudian menjadi prinsip di balik lahirnya motor listrik modern, transformator dan adanya generator listrik. Begitu pula dengan penemuan Hukum Faraday yang sudah dijelaskan secara detail di atas. Sebelum tahun 1839, Michael Faraday mengalami masalah yang membuat kesehatannya menurun secara drastis yakni gangguan saraf. Kesehatan sang ilmuwan yang terus memburuk membuat penelitiannya berkurang, meskipun tanggung jawab sebagai dosen pada saat itu masih diembannya hingga tahun 1861. Tepat di usianya yang ke-75 tahun, sang penemu listrik akhirnya meninggal dunia di kediamannya yang berada di Hampton Courtroom. Pada tanggal 25 Agustus 1867, menurut kabar yang beredar Faraday meninggal dunia saat duduk di ruang kerjanya. Jenazahnya kemudian dimakamkan di Pemakaman Highgate yang terletak di London Utara dan kemudian dibuatkan monumen sebagai peringatan. Contoh Soal Hukum Faraday 1. Soal 1 Sumber dari gaya gerak listrik adalah …. a. magnet yang bergerak di sekitar kumparan. b. muatan listrik yang bergerak di sekitar kumparan. c. magnet yang diam di sekitar kumparan. d. dua buah magnet diam di sekitar kumparan. e. interaksi kutub-kutub magnet di sekitar kumparan. Pembahasan Gaya gerak listrik bersumber dari magnet yang bergerak di sekitar kumparan. Jawaban A. ii. Soal 2 Ketika Faraday melakukan percobaan untuk membuktikan apakah medan magnet dapat menimbulkan arus listrik, terjadi fenomena di mana arus listrik muncul ketika magnet dalam kondisi …. a. bergerak. b. jauh dari kumparan. c. diam. d. statis. eastward. dekat dengan kumparan. Pembahasan Ketika Faraday melakukan percobaan untuk membuktikan apakah medan magnet dapat menimbulkan arus listrik, terjadi fenomena di mana arus listrik muncul ketika magnet dalam kondisi bergerak. Jawaban A. 3. Soal iii Pernyataan yang tepat tentang besar dari GGL induksi adalah …. a. Sebanding dengan besar medan magnet. b. Serbanding terbalik dengan besar medan magnet. c. Sebanding dengan perubahan fluks magnet dan berbanding terbalik dengan banyak lilitan kumparan. d. Berbanding terbalik dengan perubahan fluks magnet dan banyak lilitan kumparan. east. Sebanding dengan perubahan fluks magnet dan banyak lilitan kumparan. Pembahasan Besarnya GGL induksi sebanding dengan laju perubahan fluks magnet dan banyak lilitan kumparan. Jawaban E. 4. Soal four Berapakah massa ekuivalen untuk sebuah reaksi berikut Cu2+ aq + 2e – Cu s jika memiliki, tembaga Cu Ar = 63,five ? Dilihat dari reaksi di atas maka terlihat adanya perubahan bilangan oksidasi yakni pada +2, sehingga massa ekuivalen dari Cu adalah ME = Ar/biloks = 63,5/ii = 31,75. Apabila jumlah listrik yang sama dialirkan ke dalam dua atau lebih sel elektrolisis dengan elektrolit berbeda, maka perbandingan zat yang dibebaskan berbanding lurus dengan perbandingan massa ekuivalen zat. five. Soal 5 Apabila dalam rangkaian di atas membentuk endapan Cu sebesar 5 gram, maka berapa Ag yang mengendap pada elektrode? Cu = 63,v, Ag= 108. Jawab Untuk menghitung massa Ag, wag menggunakan rumus yang sudah disediakan pada gambar di atas di mana ME = Ar / biloks. Sementara diketahui bahwa Cu, wcu = 5 gram. Untuk menghitung MEcu dan MEag harus menuliskan dulu reaksi reduksi Cu dan Ag seperti gambar di bawah ini. Jika hukum Faraday I dan Faraday 2 digabungkan maka diperoleh due west = I x t x ME, selanjutnya perbandingan ini menjadi persamaan dengan menambahkan faktor 1/ dan diperoleh rumus hukum Faraday west= i/ 10 I x t x ME. 6. Soal 6 Sebuah kumparan terdiri dari 50 lilitan, fluks magnet dalam kumparan berubah sebesar five x 10-3 weber dalam selang waktu 10ms milidetik. Hitunglah Gaya Gerak Listrik atau GGL induksi pada kumparan tersebut! Penyelesaian Jumlah Lilitan North = l Selang waktu Δt = 10ms = 10 x 10-three 2nd ΔΦ = v x 10-3 weber GGL induksi ɛ = ??? Jawaban ɛ = -N ΔΦ/t ɛ = -50 5 x ten-3 wb / ten x 10-3 ɛ = -50 0,five ɛ = -25V Jadi, Gaya Gerak Listrik Induksinya adalah -25V. — Demikian penjelasan dan pembahasan mengenai prinsip hukum Faraday, mulai dari pengertian dan contoh soal yang mudah untuk dikerjakan. Gramedia menjadikan para siswa gemar memahami ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan alam, termasuk hal-hal mendasar seperti terjadinya proses arus listrik dan hukum ini di dalamnya. Rekomendasi Buku & Artikel Terkait ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.” Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien
LABORATORIUM KONVERSI ENERGI LISTRIKBAB Teori UmumHampir setiap rumah di Kota maupun Desa dialiri listrik yang berarus 220Vdi Indonesia. Dengan adanya arus 220V ini, kita dapat menikmati serunya dramaTelevisi, terangnya Cahaya Lampu Pijar maupun Lampu Neon, mengisi ulanghandphone dan juga menggunakan peralatan dapur lainnya seperti Kulkas, RiceCooker, Mesin Cuci dan Microwave Oven. Arus listrik 220V ini merupakan jenisarus bolak-balik AC atau Alternating Current yang berasal dari Perusahaan Listrikyaitu PLN. Tegangan listrik yang dihasilkan oleh PLN pada umumnya dapatmencapai puluhan hingga ratusan kilo Volt dan kemudian diturunkan menjadi 220Vseperti yang kita gunakan sekarang dengan menggunakan sebuah alat yangdinamakan Transformator. Transformator disebut juga dengan merupakan suatu komponen yang sangat penting peranannyadalam system ketenagaan listrik. Keberadaan transformator merupakan suatulangkah maju dan penemuan besar bagi kemajuan dunia ketenagaan ini sangat terasa ketika Thomas mengembangkan systemdistribusi daya listrik di kota New York Amerika Serikat pada bulan September1882 dengan tegangan system 120 system yang adatersebut,menghasilkan kerugian yang besar karena arus listrik yang dialirkan sangatbesar,sehingga penurunan tegangannya juga cukup besar. Untuk mengatasi haltersebut pada waktu itu, pusat tenaga listrik di letakkan di setiap kota,dan hal inidirasakan sangat tidak dibayangkan jika daya listrik yang diperlukan oleh suatu kota adalahsebesar kVA,yang jaraknya kurang lebih 10km dari pembangkit tenagalistrik . Dengan memperhitungkan S= dimana I berbanding terbalik terhadapV,bila jaringan trnasmisi tersebut diberi tegangan rendah missal 120 volts, makaarus yang mengalir sebesar 83,333 yang besar akan menimbulkan rugi yang besar, Selain itu arus yangbesar akan memerlukan penampang kawat atau kabel yang besar,yang tentunyasangat tidak ekonomis biaya tinggi.GROUP XVIIIM ATQA ADZKIA ZALDI180402107Page 2 and 3 LABORATORIUM KONVERSI ENERGI LISTRIPage 4 and 5 LABORATORIUM KONVERSI ENERGI LISTRIPage 6 and 7 LABORATORIUM KONVERSI ENERGI LISTRIPage 8 and 9 LABORATORIUM KONVERSI ENERGI LISTRIPage 10 and 11 LABORATORIUM KONVERSI ENERGI LISTRIPage 12 and 13 LABORATORIUM KONVERSI ENERGI LISTRIPage 14 and 15 LABORATORIUM KONVERSI ENERGI LISTRIPage 16 and 17 LABORATORIUM KONVERSI ENERGI LISTRIPage 18 and 19 LABORATORIUM KONVERSI ENERGI LISTRIPage 20 and 21 LABORATORIUM KONVERSI ENERGI LISTRIPage 22 and 23 LABORATORIUM KONVERSI ENERGI LISTRIPage 24 and 25 LABORATORIUM KONVERSI ENERGI LISTRIPage 26 and 27 LABORATORIUM KONVERSI ENERGI LISTRIPage 28 and 29 LABORATORIUM KONVERSI ENERGI LISTRIPage 30 and 31 LABORATORIUM KONVERSI ENERGI LISTRIPage 32 and 33 LABORATORIUM KONVERSI ENERGI LISTRIPage 34 and 35 LABORATORIUM KONVERSI ENERGI LISTRIPage 36 and 37 LABORATORIUM KONVERSI ENERGI LISTRIPage 38 and 39 LABORATORIUM KONVERSI ENERGI LISTRIPage 40 and 41 LABORATORIUM KONVERSI ENERGI LISTRIPage 42 and 43 LABORATORIUM KONVERSI ENERGI LISTRI